Sabtu, Juni 22, 2024

Asperindo Kalbar Tolak Penetapan Tarif Regulated Agen Bandara Supadio

 

PONTIANAK – Asperindo Kalimantan Barat (Kalbar) menyambut baik rencana penerapan regulated agent (RA) di Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya.

Sebab, jika ditinjau dari sudut pandang pemeriksaan, penanganan, pengamanan dan keamanan barang kiriman, rencana tersebut sangat bagus.

Namun, diharap sudah selayaknya dalam penetapan tarif penerapan RA tersebut memperhatikan dari sisi pelaku usaha.

Ketua Asperindo Kalbar Iwan Sunardi mengatakan, jika dikorelasikan dengan kondisi ekonomi Kalbar berdasarkan data statistic, per bulan Desember 2021, terjadi inflasi sebesar 0,37 persen.

“Sehingga kami mengusulkan kepada pemerintah agar dari sisi penetapan tarif pemberlakukan RA hendaknya juga memperhatikan dampak ekonomi biaya tinggi yang akan dibebankan kepada masyarakat pengguna jasa pengiriman,” kata Iwan, Rabu (12/1/2022).

Apalagi, lanjut Iwan, Periode tahun 2019 hingga akhir tahun 2021 merupakan masa dilanda wabah pandemi covid 19, sehingga praktis disektor jasa pengiriman express selama masa tersebut harus melakukan beberapa penyesuain, dan berdampak kepada  menurunnya tingkat pengiriman cargo (outgoing).

“Dan di awal  tahun 2022 ini, kita baru memulai lagi usaha dengan memperhatikan peluang baru, akibat pandemic Covid-19 dan menyambung dengan semangat pemerintah untuk mendorong UMKM, agar lebih dimudahkan,” ucap Iwan.

Sementara Sekretaris Asperindo Kalbar, Eka Indra MP mengatakan, jika dibandingkan dengan bandara di provinsi lain, diantaranya tarif yang diberlakukan, bisa diterima dan bisa berjalan beriringan.

“Hendaknya hal ini juga bisa diadopsi jika kita memang ingin berangkat dari sisi kepedulian terhadap keamanan dan pengamanan barang kiriman kargo pesawat terbang,” tegasnya.

Tetapi jika penerapan ini dipaksakan dari sisi bisnis semata, maka pihaknya khawatir akan terjadi ketidak harmonisan dalam berusaha dan berdampak negatif untuk pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara keseluruhan.

Untuk itu, perlu adanya kejelasan komponen untuk menjadi indikator penentuan tarif, baik RA dan jasa gudang, sehingga angka yang muncul bisa diterima meskipun dengan beberapa catatan terkait perbaikan layanan dan lain sebagainya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *