Selasa, Juni 25, 2024

Apa Makna Dari Lomba Makan Kerupuk Disetiap Perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus?

Namun, mungkin sebagian dari kita belum mengetahui sepenuhnya arti mendalam di balik Lomba Makan Kerupuk dan sejarah yang melatarbelakkanginya

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
lomba makan kerupuk (foto-kolase dnews)
lomba makan kerupuk (foto-kolase dnews)

PONTIANAK- Apa Makna Dari Lomba Makan Kerupuk Disetiap Perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus?

Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-78 tahun ini, kita dapat kembali melihat pada salah satu acara bersejarah yang tak pernah absen yaitu Lomba Makan Kerupuk.

Lomba Makan Kerupuk telah menjelma menjadi bagian penting dari perayaan 17 Agustus selama beberapa dekade terakhir. 

Dalam rangkaian peristiwa penuh semangat ini, masyarakat Indonesia merayakan tonggak bersejarah kemerdekaan negara ini dengan berbagai macam kegiatan dan kompetisi yang menggelitik minat.

Namun, mungkin sebagian dari kita belum mengetahui sepenuhnya arti mendalam di balik Lomba Makan Kerupuk dan sejarah yang melatarbelakkanginya.

Dilansir dari berbagai sumber, Kerupuk sendiri sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Bahkan, namanya telah disebutkan dalam tulisan-tulisan kuno berbahasa Jawa sebelum abad ke-10 Masehi.

Pada zaman perang dahulu, kerupuk menjadi makanan yang sering dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan sosial dan ekonomi. 

Kerupuk menjadi lambang makanan bagi rakyat selama periode peperangan, di mana bertahan hidup menjadi hal yang sulit.

Menurut catatan yang ada dalam buku “Permainan Kerupukan” yang diterbitkan pada tahun 2022, yang ditulis oleh Gilar Gandana bersama tim, Lomba Makan Kerupuk pertama kali muncul pada tahun 1950-an. 

Saat itu, Indonesia baru saja melalui masa penuh tantangan pasca perang. Lomba ini diadakan sebagai cara untuk menghibur rakyat yang baru saja keluar dari masa sulit itu.

Lebih dari sekedar hiburan, Lomba Makan Kerupuk memiliki makna yang mendalam. 

Lomba ini menjadi pengingat akan masa sulit selama Perang Kemerdekaan, terutama pada periode antara tahun 1945 hingga 1950. 

Pada waktu itu, bangsa Indonesia sedang berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaan dan melawan Agresi Militer Belanda yang ingin merebut kembali wilayah ini.

Masyarakat Indonesia pada saat itu harus fokus pada upaya mempertahankan kemerdekaan, sehingga merayakan Hari Kemerdekaan dengan meriah tidaklah mungkin. 

Oleh karena itu, masyarakat mulai menciptakan berbagai jenis perlombaan sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan, dan Lomba Makan Kerupuk menjadi salah satu yang paling menonjol.

Melalui Lomba Makan Kerupuk, bangsa Indonesia tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mengenang perjuangan dan keuletan yang ditunjukkan selama masa-masa sulit dalam sejarahnya. 

Lomba ini menjadi simbol semangat perjuangan dan tekad untuk tidak menyerah dalam menghadapi segala rintangan demi mencapai dan menjaga kemerdekaan.

Seiring berjalan waktu, Lomba Makan Kerupuk tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan 17 Agustus di Indonesia. 

Di tengah keceriaan dan tawa yang terpancar dari para peserta dan penonton, tersimpan makna mendalam dari perjuangan bangsa yang terus menginspirasi generasi mendatang. (Ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...