Jumat, Februari 23, 2024

Apa Keutamaan Dari Puasa Ayyamul Bidh Pada Agustus 2023?

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam penanggalan Hijriah atau pada tanggal 30-31 Agustus dan 1 September 2023

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Ilustrasi Puasa (foto-istock)
Ilustrasi Puasa (foto-istock)

PONTIANAK- Apa Keutamaan Dari Puasa Ayyamul Bidh Pada Agustus 2023?

Puasa Ayyamul Bidh dalam Islam merupakan amalan yang sangat dianjurkan, dan memiliki sejumlah keutamaan yang menghiasi bulan Safar. 

Puasa ini dilakukan pada hari-hari putih, yaitu ketika cahaya bulan purnama bersinar terang. Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan safar dalam penanggalan Hijriah atau pada tanggal 30-31 Agustus dan 1 September 2023.

عَنْ أَبَا ذَرٍّ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَمَ: “يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ.”

Artinya :

“Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Wahai Abu Dzar, jika kamu ingin berpuasa tiga hari pada tiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal ke tiga belas, empat belas dan lima belas.” (HR Tirmidzi no 761)

Asal usul puasa Ayyamul Bidh diiringi oleh beragam kisah, salah satunya berhubungan dengan Nabi Adam yang diyakini menjadi asal mula pelaksanaan puasa ini. 

Dalam beberapa riwayat, dikatakan bahwa ketika Nabi Adam pertama kali turun ke bumi, kulitnya terbakar akibat sinar matahari. 

Allah SWT kemudian memberikan wahyu kepada Nabi Adam untuk menjalankan puasa selama tiga hari.

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh pada bulan Safar sungguhlah banyak, terutama bagi mereka yang menjalankannya dengan tulus dan mengikuti syarat-syaratnya. 

Dalam beberapa hadits, Nabi Muhammad SAW menyampaikan beberapa keistimewaan yang diperoleh dari melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.

Salah satu di antaranya tercatat dalam pesan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada sahabatnya, Abu Hurairah RA. Nabi Muhammad SAW menyarankan agar Abu Hurairah tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh sebagai suatu amalan yang terus dijaga. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّاامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْر

Artinya :

“Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Kekasihku (Rasulullah SAW) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan (ayyamul bidh), mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur.” (HR Bukhari no 1178)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Selanjutnya »
What to read next...