Jumat, Februari 23, 2024

Apa Jenis Rumput Standar FIFA yang Bisa Dipakai di Lapangan Sepak Bola?

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyebut, rumput yang ada di lapangan utama JIS tidak memenuhi standar FIFA

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Stadion Kielce Polandia (foto-pxhere.com)
Stadion Kielce Polandia (foto-pxhere.com)

PONTIANAK- Apa Jenis Rumput Standar FIFA yang Bisa Dipakai di Lapangan Sepak Bola?

Rumput yang dipakai di lapangan Jakarta International Stadium (JIS) kini menjadi polemik saat akan digunakan untuk venue Piala Dunia U-17 pada November nanti.

Namun, dalam kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PSSI ke JIS pada Selasa, 4 Juli 2023.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyebut, rumput yang ada di lapangan utama JIS tidak memenuhi standar FIFA. 

Rencananya, rumput JIS bakal diganti dengan rumput yang berstandar FIFA agar dapat digunakan di Pildun U-17 nantinya.

Seperti yang diketahui, rumput yang dipakai di JIS adalah perpaduan antara rumput sintetis dan rumput alami atau biasa disebut dengan rumput hybrid.

Komposisi rumput hybrid yang ada di JIS meliputi 5 persen rumput sintetis berjenis limonta dari Italia dan 95 persennya rumput alami berjenis Zoysia matrella dari Boyolali, Jawa Tengah.

FIFA juga telah merilis panduan penggunaan rumput lapangan sepak bola yang sesuai dengan standar mereka.

Adapun tiga jenis rumput yang direkomendasikan adalah rumput alami, pitch hybrid, dan rumput sintetis (buatan).

Menurut panduan tersebut, lapangan yang menggunakan rumput alami, jenis rumputnya harus disesuaikan dengan iklim suatu wilayah.

Rumput di musim dingin harus mampu beradaptasi di daerah yang lebih dingin, umumnya tumbuh paling baik pada suhu tanah antara 16 dan 24 derajat Celsius.

Sementara rumput musim hangat harus dapat beradaptasi dengan daerah tropis dan tumbuh paling baik pada suhu antara 27 dan 35 derajat Celsius.

Untuk mengetahui apa saja jenis rumput tersebut? DindaNews telah merangkum macam-macam rumput alami yang sesuai dengan standar FIFA.

  • Perennial Ryegrass

Jenis rumput ini memiliki kemampuan tumbuh dalam waktu 5 sampai 7 hari, sehingga cocok digunakan di daerah dingin.

Diketahui bahwa rumput Perennial Ryegrass dipakai oleh stadion dan lapangan Latihan di Piala Duni 2022 kemarin.

  • Kentucky Bluegrass

Rumput alami ini banyak dipakai dilapangan beriklim dingin, seperti kebanyakan stadion di Amerika Serikat.

Rumput ini dapat tumbuh dengan cepat dan memiliki sistem pertumbuhan yang merambat. Sehingga membuat permukaan rumput ini terasa tebal seperti karpet.

  • Zoysia Grass

Zoysia Grass atau rumput manila adalah rumput yang cocok digunakan di wilayah bersuhu tinggi seperti Indonesia.

Salah satu stadion yang menggunakan rumput Zoysia berjenis Matrlaea adalah Gelora Bung Karno.

Keunggulan rumput Zoysia Matrela terletak di bagian elastisitas tinggi yang memudahkan pemain untuk menggiring bola. 

Selain itu, rumput ini juga memiliki akar yang kuat sehingga tidak mudah terkelupas.

  • Cynodon Dactylon

Awamnya rumput ini disebut rumput Bermuda. Rumput ini digunakan di negara Eropa dan Amerika yang memiliki suhu dingin.

Rumput ini memiliki kelemahan di bagian akar yang tidak terlalu kuat sehingga mudah terkelupas saat terinjak oleh pemain.

Salah satu stadion Indonesia yang menggunakan rumput Cynodon Dactylon adalah Stadion Pakansari. (Gil)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...