Jumat, Juni 14, 2024

Apa Itu Eigendom Verponding? Dasar Hukum yang Digunakan Keluarga Muller Dalam Kasus Dago Elos

Cucu dari George Henrik Muller mengajukan tuntutan atas tanah yang selama bertahun-tahun telah menjadi lokasi perumahan bagi ribuan warga

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
ilustrasi hukum (foto- unsplash)
ilustrasi hukum (foto- unsplash)

PONTIANAK- Apa Itu Eigendom Verponding? Dasar Hukum yang Digunakan Keluarga Muller Dalam Kasus Dago Elos

Akhir-akhir ini viral kasus tentang konflik tanah di Dago Elos, Bandung, yang melibatkan 331 warga dan tiga cucu dari George Henrik Muller.

George Henrik Muller, seorang warga Belanda, diklaim sebagai pemilik lahan seluas 6,3 hektar di daerah tersebut.

Cucu-cucu dari George Henrik Muller, yaitu Heri Hermawan Muller, Dodi Rustendi Muller, dan Pipin Sandepi Muller, mengajukan tuntutan atas tanah yang selama bertahun-tahun telah menjadi lokasi perumahan bagi ribuan warga. 

Mereka mengklaim hak waris atas tanah tersebut dengan merujuk pada istilah “Eigendom Verponding.”

Apa Itu Eigendom Verponding?

Eigendom dalam bahasa belanda adalah hak yang diamanatkan oleh peraturan hukum kepada individu atau entitas hukum tertentu terhadap suatu objek atau properti. 

Hak ini memberikan wewenang atas objek atau properti tersebut, memungkinkan pemilik hak eigendom untuk memanfaatkannya dan mendapatkan manfaat dari aset atau sumber daya yang dimiliki. Lebih jauh, hak eigendom menyediakan perlindungan hukum terhadap tindakan yang berpotensi merugikan pemilik hak tersebut.

Di Indonesia, konsep eigendom juga dikenal dalam bidang hukum waris. Dalam ranah hukum waris, eigendom merujuk pada hak kepemilikan terhadap harta warisan yang ditinggalkan oleh seseorang setelah meninggal dunia. 

Hak eigendom ini diberikan kepada ahli waris yang sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tidak hanya dalam kerangka hukum, tetapi juga dalam perspektif ekonomi, eigendom dapat didefinisikan sebagai aset atau properti yang dimiliki oleh individu atau perusahaan dan digunakan sebagai sumber pendapatan atau investasi. 

Properti ini bisa berupa tanah, bangunan, kendaraan, peralatan, atau bahkan kekayaan intelektual.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Pages ( 1 of 3 ): 1 23Selanjutnya »
What to read next...