Selasa, Juni 25, 2024

Apa Itu Demensia? Kondis yang Sering Dialami Orang Dengan Usia Lanjut

Dampaknya bukan sekadar pada aspek fisik, namun juga secara signifikan memengaruhi gaya hidup, aktivitas harian, dan interaksi sosial

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
ilustrasi orang lanjut usia (foto-pexel)
ilustrasi orang lanjut usia (foto-pexel)

PONTIANAK- Apa Itu Demensia? Kondis yang Sering Dialami Orang Dengan Usia Lanjut

Demensia, sebuah kondisi yang umumnya dialami oleh orang lanjut usia, memiliki gejala yang meranggas dan seringkali dapat diantisipasi serta diobati dengan langkah-langkah yang tepat. 

Dalam esensinya, demensia mengacu pada penurunan fungsi otak dan ingatan, terutama menghinggapi mereka yang berusia 65 tahun ke atas. 

Dampaknya bukan sekadar pada aspek fisik, namun juga secara signifikan memengaruhi gaya hidup, aktivitas harian, dan interaksi sosial.

Gejala yang muncul mencakup penurunan memori serta perubahan perilaku dan pola pikir, semuanya cenderung semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Penyebab utama demensia terletak pada kerusakan sel saraf di bagian-bagian khusus otak, mengganggu komunikasi dengan bagian tubuh lainnya dan menghasilkan gejala yang terkait dengan lokasi kerusakan tersebut.

Diversitas jenis demensia menjadikannya lebih kompleks, dengan beberapa tipe yang bersifat progresif dan lainnya yang dapat dikelola melalui tindakan tertentu. 

Demensia progresif biasanya disebabkan oleh kerusakan sel saraf otak tertentu yang memburuk seiring waktu dan seringkali sulit untuk pulih sepenuhnya. Kondisi ini seringkali dimulai tanpa tanda-tanda yang jelas. 

Alzheimer, demensia vaskuler, dan lewy body dementia merupakan beberapa jenis demensia progresif yang dikenal. 

Sementara itu, demensia frontotemporal dan demensia campuran merupakan varian lainnya.

Melalui pemahaman yang lebih baik tentang gejala dan jenis-jenis demensia ini, upaya pencegahan yang tepat dapat diambil untuk mengurangi dampaknya. 

Langkah-langkah proaktif dalam menjaga kesehatan otak, seperti menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, serta melibatkan diri dalam aktivitas sosial, dapat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. 

Selain itu, konsultasi dengan profesional medis untuk evaluasi rutin juga merupakan langkah yang bijak dalam menangani potensi risiko demensia.

Kesadaran dan pendekatan komprehensif terhadap demensia bisa menjadi kunci untuk memahami, mencegah, dan mengelola dampaknya bagi mereka yang terkena serta lingkungan sekitarnya. (Ain)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...