Jumat, Juni 14, 2024

Alasan Elon Musk Batasi Jumlah Cuitan yang Dapat Dibaca Pengguna Gratisan Twitter

Kebijakan ini segera mendapat reaksi dari banyak pengguna Twitter yang mengeluhkan bahwa linimasa mereka tidak dapat diperbarui

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
tangkapan layar twitter ketika pengguna tidak atau belum mendaftar dan cuitan elon musk terkait kebijakan baru twitter (kolase dindanews)
tangkapan layar twitter ketika pengguna tidak atau belum mendaftar dan cuitan elon musk terkait kebijakan baru twitter (kolase dindanews)

PONTIANAK- Alasan Elon Musk Batasi Jumlah Cuitan yang Dapat Dibaca Pengguna Gratisan Twitter

salah satu platform media sosial terbesar di dunia yaitu Twitter, sedang menghadapi keluhan besar dari para penggunanya akibat kebijakan baru yang diterapkan oleh CEO mereka, Elon Musk.

Kebijakan tersebut adalah pembatasan jumlah cuitan yang dapat dibaca oleh pengguna Twitter, terutama bagi pengguna baru dan pengguna dengan akun gratis. 

Kebijakan ini segera mendapat reaksi dari banyak pengguna Twitter yang mengeluhkan bahwa linimasa mereka tidak dapat diperbarui karena telah melewati batas yang ditentukan.

Melalui unggahan di akun Twitter pribadinya, Elon Musk menjelaskan bahwa pengguna yang tidak terverifikasi atau pengguna gratis hanya dapat membaca 600 cuitan per hari, yang kemudian dinaikkan menjadi 800 cuitan. 

Sementara itu, pengguna baru yang tidak terverifikasi hanya diperbolehkan membaca 300 cuitan, yang kemudian dinaikkan menjadi 400 cuitan menurut pembaruan terbaru dari Musk.

Dilansir dari laporan BBC pada Minggu 2 Juli 2023, pengguna Twitter yang terverifikasi juga terkena pembatasan, di mana mereka hanya dapat membaca 6000 cuitan, yang kemudian dinaikkan menjadi 8000.

Dalam salah satu cuitannya di Twitter, Elon menjelaskan alasannya bahwa tindakan ini diambil karena adanya jumlah data yang besar yang diambil dari platform media sosial ini melalui proses scraping.

Dia juga menyatakan bahwa batasan ini diterapkan karena adanya manipulasi sistem data yang tinggi di Twitter. 

Namun, Elon tidak memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai apa yang dimaksud dengan manipulasi sistem tersebut.

“Dalam keadaan darurat sementara ini, kami telah menghadapi pengambilan data dalam skala besar yang mengakibatkan penurunan kualitas layanan untuk pengguna biasa,” tulis Musk di Twitter.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...