Jumat, Februari 23, 2024

34 Juta Data Paspor Diduga Bocor, Berapa Banyak Kebocoran Data yang Dilakukan Bjorka?

Dugaan kebocoran data sebanyak 34.900.867 juta paspor warga Indonesia dilakukan oleh seorang hacker bernama Bjorka

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
kolase paspor dan kartu identitas Indonesia dan foto profil yang digunakan Bjorka pada akun twitter miliknya (kolase dnews)
kolase paspor dan kartu identitas Indonesia dan foto profil yang digunakan Bjorka pada akun twitter miliknya (kolase dnews)

PONTIANAK- 34 Juta Data Paspor Diduga Bocor, Berapa Banyak Kebocoran Data yang Dilakukan Bjorka?

Dugaan kebocoran data sebanyak 34.900.867 juta paspor warga Indonesia dilakukan oleh seorang hacker bernama Bjorka. 

Informasi mengenai dugaan kebocoran data ini diungkapkan oleh pemilik akun Twitter @secgron dengan nama Teguh Aprianto pada kamis 6 Juli 2023, pukul 13.50 WIB. 

Dalam cuitannya, Teguh menyebutkan bahwa sebanyak 34 juta data paspor baru-baru ini dibocorkan dan diperjualbelikan di sebuah situs yang tidak mencantumkan informasi detailnya.

Teguh kemudian mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan adanya penawaran data paspor sebanyak 34 juta yang diduga merupakan data warga negara Indonesia. 

Harga data tersebut tertera sebesar US$ 10 ribu atau sekitar Rp 150.766.500.

Teguh juga menyebut bahwa Bjorka yang muncul kali ini kemungkinan masih merupakan Bjorka yang sama yang sebelumnya telah membuat heboh di dunia maya sekitar pertengahan tahun 2022 dengan serangkaian tindakan kebocoran data dan identitasnya hingga saat ini belum jelas.

Ariandi Putra, Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menyatakan bahwa terkait insiden kebocoran data ini, BSSN telah berkoordinasi dengan tim Pusat Data Nasional (PDN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Direktorat LAIP Kominfo, CSIRT Kemenkumham, Pusdatin Kemenkumham, dan Ditjen Imigrasi.

Berapa Banyak Kebocoran Data yang di duga dilakukan Bjorka?

  • Miliki Data MyPertamina

Bjorka juga mengklaim memiliki 44 juta data yang diduga merupakan data MyPertamina. 

Bjorka menyebut bahwa data tersebut berukuran 30GB dan telah dikompresi menjadi 6GB. 

Data tersebut diduga diperoleh pada November 2022. 

Harga jual data MyPertamina yang diklaim oleh Bjorka adalah US$25 ribu atau sekitar Rp 392 juta, dan pembayaran dapat dilakukan melalui Bitcoin.

  • Data Pelanggan Indihome

Bjorka juga mengklaim telah mengantongi 26 juta riwayat penelusuran (browsing history) pelanggan IndiHome. 

Data tersebut mencakup kata kunci (keyword), email, nama, jenis kelamin, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

Namun, perwakilan dari Telkom Group menyatakan bahwa data yang bocor tersebut tidak valid dan merupakan hasil pemalsuan. 

Ahmad Reza, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, menyebut bahwa Telkom tidak menggunakan email @telkom.net, baik untuk kepentingan perusahaan maupun layanan bagi pelanggan.

  • Data Registrasi SIM Card

Bjorka juga menjadi pelaku di balik kebocoran data registrasi SIM Card sebanyak 1,3 miliar data yang diduga berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

Data tersebut dijual dengan harga US$500 ribu atau sekitar Rp 745,6 juta. 

Data berukuran 87 GB tersebut diduga berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor ponsel, provider telekomunikasi, dan tanggal registrasi.

  • Membocorkan Data KPU

Selanjutnya, Bjorka mengklaim telah membocorkan 105 juta data masyarakat Indonesia yang terkait dengan pemilihan umum yang berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Informasi ini diunggah oleh Bjorka pada 6 September 2022 di forum breached.to dengan judul “Indonesia Citizenship Database From KPU 105M”. 

Data yang berhasil diperoleh mencakup NIK, Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, dan umur.

  • Dokumen surat ke Presiden Joko Widodo

Pada tanggal 9 September 2022, Bjorka kembali menggemparkan para pengguna internet. 

Namun, data yang dibagikannya kali ini bukanlah data pribadi warga Indonesia, melainkan daftar judul dan nomor surat, termasuk dokumen rahasia untuk Presiden Jokowi, salah satunya dari Badan Intelijen Negara (BIN). 

Dokumen-dokumen tersebut dicuri pada bulan September 2022 dan terdiri dari 679.180 data dengan kapasitas 40 MB (terkompresi) dan 189 MB (tidak terkompresi). 

Bjorka juga melampirkan beberapa contoh dokumen yang berhasil diaksesnya, termasuk “judul surat, nomor surat, pengirim, penerima dengan ID pegawai, dan tanggal surat”.

  • Doxing pejabat publik

Selanjutnya, Bjorka melakukan aksi doxing dengan membagikan data pribadi yang diduga milik sejumlah pejabat publik Indonesia melalui grup Telegram miliknya. 

Aksi doxing ini dilakukan oleh Bjorka selama akhir pekan dari tanggal 10 hingga 11 September 2022, dimulai dengan data yang diduga milik Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. 

Johnny diketahui berulang tahun pada 11 September 2022, Bjorka menulis “Selamat ulang tahun” di grup Telegram Bjorkanism dan melampirkan sejumlah data pribadi yang diduga milik Johnny, termasuk NIK, nomor Kartu Keluarga, alamat, nomor telepon, nama anggota keluarga, dan ID Vaksin. 

Beberapa nama pejabat publik lain yang menjadi target aksi doxing Bjorka selain Menkominfo adalah Puan Maharani (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat), Semuel Abrijani Pangerapan (Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo), Luhut Binsar Pandjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia), dan Erick Thohir (Menteri Badan Usaha Milik Negara).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...