Jumat, Juni 14, 2024

3 Fakta Menarik dari Pernikahan Walikota Victor Hugo Sosa Dengan Seekor Buaya Betina Di San Pedro

Setelah upacara pernikahan selesai, buaya “pengantin” tersebut kemudian dibawa berkeliling desa oleh masyarakat setempat

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Walikota San Pedro Huamelula, Victor Hugo Sosa saat prosesi pernikahan dengan seekor buaya betina bernama Alicia Andriana pada 30 Juni 2023 (foto-kolase dnews)
Walikota San Pedro Huamelula, Victor Hugo Sosa saat prosesi pernikahan dengan seekor buaya betina bernama Alicia Andriana pada 30 Juni 2023 (foto-kolase dnews)

PONTIANAK- 3 Fakta Menarik dari Pernikahan Walikota Victor Hugo Sosa Dengan Seekor Buaya Betina Di San Pedro.

Walikota San Pedro Huamelula, Victor Hugo Sosa, telah melangsungkan pernikahan yang unik pada Jumat, 30 Juni 2023. 

Sontak penikahan tersebut menarik perhatian banyak orang di Indonesia, dalam pernikahan ini ia menikahi seekor buaya betina yang berusia 7 tahun. 

Pernikahan ini sebenarnya merupakan ritual tahunan yang telah berlangsung selama 230 tahun demi kemakmuran kota San Pedro Huamelula, di mana mayoritas penduduknya adalah nelayan.

Upacara pernikahan tersebut diadakan di San Pedro Huamelula, yang terletak di negara bagian Oaxaca, Meksiko.

Buaya betina yang dinikahi oleh Walikota Sosa adalah jenis caiman yang bernama Alicia Andriana. 

Caiman adalah jenis reptil yang umum ditemukan di perairan Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Dalam pernikahan ini, Walikota Sosa menggabungkan tradisi pernikahan Katolik dengan memakaikan buaya “pengantin wanita” tersebut gaun putih. 

Upacara pernikahan tersebut juga dimeriahkan dengan musik tradisional yang mengiringi para tamu dan menari sambil berteriak agar sang mempelai pria mencium buaya tersebut.

Walikota Sosa pun menjalankan tradisi tersebut dengan mencium buaya tersebut lebih dari sekali. 

Ia membungkuk dan mengecup moncong buaya yang telah diikat dengan rapat. Menurutnya, tindakan ini melambangkan persatuan antara putri dan pelayannya.

Setelah upacara pernikahan selesai, buaya “pengantin” tersebut kemudian dibawa berkeliling desa oleh masyarakat setempat. 

  • Tradisi Sejak Zaman Pra-Hispanik di antara Komunitas Adat 

Ritual ini telah menjadi bagian dari tradisi sejak zaman pra-Hispanik di antara komunitas adat.

Selama 230 tahun terakhir, ritual ini telah diadakan untuk memperingati perdamaian antara kelompok masyarakat adat Chontal dan Huave di negara bagian Oaxaca. 

Dalam ritual ini, seorang wali kota yang mewakili Raja Chontal menikahi seekor reptil yang melambangkan seorang Putri Huave. 

Tujuan utama dari ritual ini adalah untuk memohon doa agar mereka diberkahi dengan karunia alam.

  • Buaya Dianggap Sebagai Dewa Pembawa Keberuntungan

Buaya memiliki makna penting bagi masyarakat setempat, mereka menganggap buaya sebagai dewa pembawa keberuntungan yang membawa air, panen yang baik, dan hujan kepada mereka. 

Oleh karena itu, buaya betina tersebut dianggap sebagai putri dan dipakaikan gaun putih dalam pernikahan tersebut. 

Selama prosesi pernikahan, sekelompok orang melemparkan jaring ikan ke udara dan berlutut untuk memohon agar buaya tersebut menangkap ikan yang melimpah.

  • Penyatuan Manusia Dengan Dewa

Pernikahan unik ini juga melambangkan penyatuan antara manusia dan dewa. 

Anak buaya, yang disebut sebagai “Princess Girl” atau putri kecil oleh masyarakat setempat, diyakini sebagai dewa yang mewakili ibu pertiwi. 

Pernikahan buaya tersebut dengan pemimpin setempat melambangkan penyatuan manusia dengan dewa.

Walikota Sosa menyatakan, Kami memohon kepada alam untuk memberikan hujan yang cukup dan makanan yang mencukupi, sehingga kami memiliki ikan di sungai. 

Dengan harapan ini, mereka berdoa agar nelayan-nelayan dapat sejahtera dan mencapai keseimbangan hidup yang damai.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...