Kamis, Juni 20, 2024

166 Desa Alami Kerusakan Akibat Gempa Bumi Banten

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengemukakan bahwa bencana gempa bumi yang melanda Provinsi Banten pada Jumat (14/1) menimbulkan kerusakan di sebanyak 166 desa/ kelurahan pada 48 kecamatan.

“Gempa bumi yang terjadi pada 14 Januari 2022 yang sebagaimana kita tahu ini telah berdampak kepada 48 kecamatan di 166 desa atau kelurahan. Adapun yang terparah adalah di Kecamatan Sumur, Cikeusik, Cimanggu, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak,” katanya dalam webinar yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Pihaknya mengapresiasi upaya kementerian dan lembaga yang telah melakukan langkah-langkah tanggap darurat dengan baik.

“Kementerian dan lembaga yang terkait sudah melaksanakan langkah-langkah yang baik yang seperti yang kita harapkan, terutama pada tahap tanggap bencana, tanggap darurat bencananya, terutama yaitu Kementerian Sosial dan BNPB, Kementerian Kesehatan sudah melaksanakan tugas dengan baik bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Lebak dan didukung oleh TNI dan Polri,” katanya.

Muhadjir menambahkan saat ini pembahasan bersama pihak terkait difokuskan kepada rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ia mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melakukan relokasi beberapa kepala keluarga yang memiliki rumah di daerah rawan bencana.

DIsebutkannya bahwa aa beberapa usulan dari  Bupati Pandeglang, terutama adalah yang berkaitan dengan kemungkinan relokasi beberapa kepala keluarga untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

“Karena kebetulan tempat permukimannya tergolong garis patahan yang sangat rentan akan terdampak bencana,” katanya.

Ia mengatakan usulan ini nantinya akan dibahas bersama dengan kementerian/ lembaga terkait.

Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki sarana prasarana umum yang rusak terutama bangunan sekolah, puskesmas dan tempat ibadah.

“Sekolah dan madrasah akan kami prioritaskan untuk segera diperbaiki disamping puskesmas dan masjid, tempat ibadah, kemudian baru ke sarana-sarana umum yang lain,” demikian Muhadjir Effendy.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *