Selasa, Juni 25, 2024

12 Pesawat Tempur Bekas yang Dibeli dari Qatar Bakal Ditempatkan di Lanud Supadio Pontianak, Bagaimana Spesifikasinya?

Tercatat, pesawat tempur bekas ini telah berusia 26 tahun sejak dibeli Qatar dari Perancis pada tahun 1997 silam

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
Ilustrasi Pesawat Tempur (foto-IST)
Ilustrasi Pesawat Tempur (foto-IST)

PONTIANAK- 12 Pesawat Tempur Bekas yang Dibeli dari Qatar Bakal Ditempatkan di Lanud Supadio Pontianak, Bagaimana Spesifikasinya?

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menandatangani kontrak pembelian 12 pesawat tempur bekas Qatar berjenis Mirage 2000-5. 

Tercatat, pesawat tempur bekas ini telah berusia 26 tahun sejak dibeli Qatar dari Perancis pada tahun 1997 silam.

Rencananya, pesawat dikirimkan 24 bulan setelah kontrak efektif dan akan ditempatkan di Skadron Udara (Skadud) 1 Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Lantas, bagaimana spesifikasi pesawat yang menelan anggaran hampir Rp 12 triliun tersebut?

Berdasarkan informasi dari laman Dassault Aviation, pesawat tempur Mirage 2000-5 adalah salah satu jenis pesawat multirole yang pertama kali mengudara pada tahun 1978. 

Dengan lebar sayap mencapai 9,13 meter dan panjang 14,36 meter, Mirage 2000-5 mampu mencapai kecepatan maksimal sekitar 2,2 mach atau setara dengan 2.333 km/jam.

Mesin turbofan Snecma M53 menjadi sumber tenaga bagi Mirage 2000-5 yang mampu terbang pada ketinggian maksimal 50.000 kaki. 

Pesawat ini tersedia dalam varian kursi tunggal dan ganda, dan telah digunakan oleh Angkatan Udara beberapa negara termasuk Brasil, UEA, Mesir, Yunani, Peru, dan Qatar.

Dengan kemampuannya sebagai pesawat multirole, Mirage 2000-5 dilengkapi dengan radar RDY yang memungkinkannya melakukan serangan baik udara ke darat maupun udara ke udara.

Mirage 2000-5 dilengkapi dengan pilihan rudal untuk pertempuran udara ke udara, yaitu rudal MBDA Super 530D dan rudal udara ke udara MBDA Sky Flash sebagai alternatif pengganti rudal MICA. (Gil)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Berita Ini
What to read next...